Artikel Tentang Ujian Nasional
Sebagai bagian dari komponen evaluasi pendidikan, publik setuju apabila ujian nasional dipakai sebagai tolok ukur kualitas pendidikan di Indonesia. Namun, ujian nasional sebaiknya jangan dijadikan acuan atau dasar kelulusan siswa, tetapi kelulusan siswa mengikuti standar sekolah yang bersangkutan.
Hal itu terangkum dalam jajak pendapat terhadap 871 pemilik telepon rumah di 10 kota besar pada 7-9 Mei 2008. Sebanyak 70 persen responden setuju apabila ujian nasional (UN) dilaksanakan dengan tujuan penyeragaman mutu pendidikan. Meski demikian, 75 persen responden mengingatkan hal ini menjadi tugas berat pemerintah karena beragamnya mutu pendidikan di Tanah Air.
UN saat ini lebih berkaitan dengan dimensi kognitif atau akademik siswa. Padahal, pendidikan pada hakikatnya adalah upaya mengubah perilaku peserta didik. Dalam prosesnya, perubahan perilaku membutuhkan banyak aspek penanganan, meliputi aspek kognitif, sikap (afektif), dan keterampilan gerak (psikomotorik). Sementara UN cenderung mengabaikan dimensi afeksi dan psikomotorik.
Dilaksanakannya UN membuat sekolah-sekolah melakukan model belajar drilling, memaksa peserta didik terus-menerus berlatih soal mata pelajaran yang akan diujikan. Siswa dipaksa menghafal beragam tipe soal dan rumus, tanpa harus memikirkan logika soal yang dihadapi atau kritis terhadap permasalahan yang ia hadapi. Potensi otak yang sangat luar biasa pun menjadi terlatih berpikir konvergen, yaitu berpikir secara menyempit. Setiap masalah yang muncul hanya butuh satu jawaban, tak ada alternatif. Sekolah hanya sebagai tempat ujian, bukan wahana mengasah akal budi.
Di sisi lain, penyamarataan soal-soal UN merugikan sekolah dan peserta didik yang belum mencapai taraf pembelajaran setingkat yang diujikan UN.
UN per jenjang
Jika melihat kenyataan mutu pendidikan Indonesia yang bervariasi, semestinya evaluasi pendidikan tidak bersifat standar di seluruh daerah. Menurut Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas), tahun 2006-2007 sekitar 285.000 guru sekolah menengah atas (SMA) memiliki tingkat pendidikan akhir yang beragam mulai dari diploma tiga (D-3) hingga strata 1 (S-1).
Namun, kenyataan itu tidak memengaruhi pendapat publik tentang perlunya ujian nasional dan keseragaman soal dalam UN. Hal ini dibuktikan dengan jumlah responden yang setuju pelaksanaan UN di seluruh jenjang pendidikan dasar dan menengah yang lebih banyak daripada yang tidak setuju. Jika dilihat per jenjang, hanya 11 persen responden tidak setuju terhadap pelaksanaan ujian nasional SMA. Sementara pada sekolah menengah pertama (SMP) kurang dari sepertiga responden tidak setuju UN. Hanya terhadap pelaksanaan UN di jenjang sekolah dasar (SD) publik tampak ragu. Di kategori ini, meski jumlah yang setuju tetap lebih besar, yaitu 60 persen, selebihnya menyatakan tidak setuju dan ragu-ragu.
Walaupun indikasi setuju cukup kuat, hal ini tidak menutupi keresahan publik. Tidak semua sekolah telah mencapai kompetensi seperti yang ditetapkan pemerintah. Dengan demikian, terhadap standardisasi tingkat kesulitan butir soal, tanggapan responden cukup berimbang. Mereka yang setuju terhadap penyeragaman soal sekitar 53 persen dan yang tidak setuju mencapai 45 persen.
Di samping itu, menurut teori kecerdasan majemuk dari Gagne, tidak semua orang berpotensi menjadi ahli Matematika, Bahasa Inggris, atau mata pelajaran lain yang diujikan dalam UN. Bagi jago olahraga, misalnya, UN adalah monster. Hal itu karena jika mereka tak lulus UN, pupuslah langkah mereka ke pendidikan berikutnya.
Penggunaan hasil nilai UN untuk menentukan kelulusan ditanggapi secara kontroversial oleh publik. Responden yang menerima 49,6 persen dan yang menolak 49,7 persen. Mereka yang menolak, terutama tergambar pada orangtua yang memiliki anak yang bersekolah di SLTA dan kalangan responden berpendidikan tinggi (perguruan tinggi). Pendapat setuju lebih banyak dilontarkan responden berpendidikan SLTP ke bawah.
UN, sesuai namanya, adalah bagian dari evaluasi pendidikan secara nasional. Namun, jika UN ditetapkan sebagai penentu kelulusan siswa, ia bisa dianggap algojo yang mengeksekusi nasib dan masa depan ribuan siswa yang tidak lulus.
Dalam melakukan pembangunan, setiap negara memerlukan sumber daya yang bermutu dan potensial. Dengan demikian,maka harus tercipta suatu hubungan yang sinergis dan kooperatif antara Sumber Daya Alam (SDA) dan juga Sumber Daya Manusia (SDA) yang ada di negara tersebut, sehingga pembangunan yang telah direncanakan dapat berjalan maksimal, terarah dan sesuai dengan yang diharapkan. Untuk dapat memaksimalkan potensi SDA yang ada di suatu negara, maka harus juga tesedia SDM yang memadai untuk dapat mengolah, memanfaatkan dan menggunakan SDA tersebut. Salah satu cara yang digunakan untuk dapat membangun SDM yang memadai dan berkualitas adalah dengan cara menyelenggarakan pendidikan baik itu secara formal yaitu lembaga yang biasa kita sebut sebagai ‘sekolah’, ataupun lembaga nonformal lainnya yang dapat menyentuh semua kalangan. Pendidikan menjadi tumpuan harapan bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) Bangsa Indonesia. Pendidikan menjadi sarana bagi pembentukan intelektualitas, bakat, budi pekerti/akhlak serta kecakapan peserta didik (Zubaedi, 2006).
Tetapi lambat laun pengembangan pendidikan di Negara Indonesia semakin kompleks dikarenakan banyaknya masalah yang dihadapi. Permasalahan yang ada dapat saya inventarisasikan menjadi beberapa poin seperti; pertama, segi tenaga pengajar yang sebagian besar belum memenuhi standar kompetensi, kedua, kurikulum yang silih berganti dan tidak mengembangkan siswa, ketiga kebijakan pendidikan yang tidak jelas tujuannya, keempat, masalah buku pelajaran yang selalu berganti sehingga pada akhirnya berimplikasi kepada semakin mahalnya beban biaya pendidikan, kelima, biaya pendidikan yang sedemikian mahal sehingga tidak bisa diakses oleh semua kalangan masyarakat, karena bisa dibayangkan betapa besarnya biaya masuk sekolah mulai dari tingkat Sekolah Dasar yang berkisar antara 1 – 3,5 juta, tingkat SMP dengan biaya masuk yang berkisar antara 3-7 juta, serta beban biaya untuk tingkat SMU yang mampu mencapai angka 10 juta (Eko Prasetyo, 2006), sampai kepada evaluasi terhadap hasil belajar siswa yang dinilai kontroversial yang biasa kita kenal sebagai Ujian Nasional (UN).
Dalam pembahasan kasus kali ini,saya mencoba mengkaji mengenai fenomena UN yang baru bulan Mei lalu dilaksanakan, baik untuk tingkat SD,SMP sampai SMU. Sebuah artikel dari surat kabar harian “Kompas” yang terbit pada tanggal 19 Mei 2008 yang lalu menurut saya semakin memperjelas kontroversi yang terjadi di dalam tubuh pelaksanaan UN sendiri dan semakin memeprlihatkan betapa carut-marutnya pendidikan dan pemahaman orang mengenai arti pendidikan itu sendiri.
Rumusan Masalah – Intisari Kasus dan Pemetaan Kasus
Masalah Ujian Nasional menurut saya harus kembali kepada konsep dan tujuan dasar dari pendidikan itu sendiri. Pendidikan berasal dari kata ‘didik’ v, mendidik, yang dapat diartikan ‘memelihara dan memberi latihan (ajaran, pimpinan) mengenai akhlak dan kecerdasan pikiran’. Dengan demikian pendidikan dapat diartikan sebagai proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang / kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan latihan; proses, perbuatan, cara mendidik (KBBI, 1988). Dalam bahasa Latin, kata ‘pendidikan’ diartikan menjadi ‘educare’ yang berasal dari sebuah kata ‘e-ducare’ yang berarti ‘menggiring ke luar’. Jadi educare dapat diartikan sebagai usaha pemuliaan, ‘pemuliaan manusia’ atau ‘pembentukan manusia’ (J.Drost, SJ, 1999).
Masalah utama yang terjadi adalah Ujian Nasional (UN) yang menuai banyak kritik dikarenakan beberapa pertimbangan. Pertimbangan pertama yang menjadi faktor penyebab adalah UN yang fungsinya digunakan sebagai salah satu instrumen yang digunakan sebagai evaluasi pendidikan yang dilaksanakan di Negara Indonesia malahan dinilai mematikan potensi siswa dalam melakukan pembelajaran karena lewat instrumen UN ini yang dievaluasi adalah dari aspek kogntif atau dengan kata lain hanya ‘mendewakan’ sisi akademis, pengetahuan intelektual, dan kemampuan teoritis belajar dari seorang siswa tanpa memperhitungkan aspek-aspek lainnya dari seorang siswa, seperti aspek psikologis, aspek afektif (sikap), dan aspek psikomotoriknya.
Selain itu, faktor berikutnya UN yang dilaksanakan saat ini tidak melihat bagaimana sistem pendidikan dan pembelajaran yang berjalan di sekolah-sekolah di daerah-daerah. Adanya penyeragaman standardisasi angka kelulusan siswa menyebabkan masalah pelaksaan UN menjadi semakin kompleks. Sebagai contoh kecil, setiap sekolah pasti mempunyai kualitas guru yang berbeda. Menyamakan kemampuan dan kualitas setiap sekolah tentu saja merupakan hal yang salah, karena setiap sekolah tentu mempunyai kualitas yang ber beda-beda. Akibatnya, standarisasi nilai kelulusan siswa akhirnya menjadi momok yang menakutkan baik bagi siswa dan bagi guru sendiri. Padahal, seharusnya ada 8 standar nasional pendidikan yang harus dipenuhi oleh masing-masing sekolah (Kompas, 17 Mei 2008), yaitu :
· Standar sarana dan prasarana.
· Standar pendidik dan tenaga kependidikan.
· Standar kompetensi kelulusan.
· Standar isi.
· Standar proses.
· Standar pengelolaan.
· Standar pembiayaan pendidikan.
· Standar penilaian pendidikan.
Dari poin-poin diatas serta didukung dengan isi artikel mengenai UN, saya dapat mengatakan bahwa konsep dan tujuan dari pendidikan nasional yang terjadi di negara kita sudah bergeser. Tujuan pendidikan yang membebaskan, usaha pembentukan manusia dan pemuliaan manusia, sudah kabur di mata masyarakat, pemerintah ataupun pembuat kebijakan pendidikan. Para stake holder ini seakan tidak mengerti tentang konsep pendidikan yang semestinya. hal ini terbukti dari hasil survey yang tertulis di artikel bahwa 70 % responden menyatakan bahwa UN masih perlu dilakukan dengan alasan penyeragaman mutu pendidikan. Yang ingin saya tekankan disini, apabila kita berbicara tentang mutu pendidikan, maka harus ada hal lain yang dapat digunakan sebagai perbandingan, dengan demikian, apa yang akan kita gunakan sebagai pembanding? Apakah dibandingkan dengan pendidikan pada zaman kolonial dahulu ataupun yang masih bersifat konvensional ataukah diperbandingkan dengan hasil yang dicapai pendidikan nasional kita dengan mutu pendidikan yang telah dicapai oleh Negara-negara di Eropa, Amerika dan sebagainya yang hasilnya tentu akan tidak imbang dan membingungkan. selain itu, apakah penilaian tentang mutu pendidikan harus dinilai dengan menggunakan kriteria parsial dimana mutu pendidikan hanya dilihat dari segi mutu akademik saja?, sebagai contoh, suatu sekolah dianggap bermutu tinggi apabila sekolah tersebut menghasilkan banyak lulusan (Siti Rokhayah, 2001). Kriteria ataupun ukuran pendidikan di negara kita-lah yang selama ini membingungkan dan tidak jelas.
Ketika kita berbicara tentang mutu pendidikan, maka harus ada kriteria yang digunakan, misal ; apakah proses pendidikan itu telah berjalan secara efektif, ekonomis atau memuaskan dalam rangka mencapai standar yang telah ditentukan. Selain itu juga tujuan tersebut haruslah berupa kriteria internal dan menyeluruh, sehingga apabila syarat-syarat itu tidak terpenuhi, maka penilaian kita akan bias (Siti Rokhayah, 2001).
Analisis Teori
berdasarkan kasus dan artikel di atas, saya ingin menekankan bahwa UN memang baik apabila dijadikan sebagai instrumen evaluasi pendidikan nasional Indonesia, tetapi tidak menjadi satu-satunya instrumen yang digunakan sebagai penentu kelulusan seorang siswa. Padahal apabila mengutip dari teori kecerdasan majemuk – Multiple Intelligences yang dikemukakan oleh Prof. Howard Gardner (Limas Sutanto dalam http://www.kompas-cetak.com), ada banyak kecerdasan yang dimiliki setiap orang. Teori ini juga menekankan pentingnya “model” atau teladan yang sudah berhasil mengembangkan salah satu kecerdasan hingga puncak (http://www.nuritaputranti.wordpress.com).
Dalam penjelasan mengenai teori ini, lebih lanjut Gardner mengemukakan bahwa kecerdasan seseorang banyak macamnya dan dapat dikelompokkan sebagai berikut :
1. Kecerdasan Verbal, yaitu bentuk kecerdasan yang dinampakkan oleh kepekaan akan makna dan urutan kata serta kemampuan membuat beragam penggunaan bahasa untuk menyatakan dan memaknai arti yang kompleks.
2. Kecerdasan Logika / matematika, yaitu bentuk kecerdasan yang termasuk paling mudah distandarisasikan dan diukur. Kecerdasan ini sebagai pikiran analitik dan sainstifik, dan bisa melihatnya dalam diri ahli sains, programmer komputer, akuntan, banker dan tentu saja ahli matematika.
3. Kecerdasan spasial / visual, yaitu bentuk kecerdasan yang pada umumnya seseorang terampil menghasilkan imaji mental dan menciptakan representasi grafis, mereka sanggup berpikir tiga dimensi, mampu mencipta ulang dunia visual.
4. Kecerdasan tubuh / kinestetik, yaitu bentuk kecerdasan yang memungkinkan terjadinya hubungan antara pikiran dan tubuh yang diperlukan untuk berhasil dalam aktivitas-aktivitas seperti menari, melakukan pantomim, berolahraga, seni bela diri dan memainkan drama.
5. Kecerdasan Musikal / ritmik, yaitu bentuk kecerdasan yang memungkinkan seseorang untuk mendengarkan pola musik dan ritmik secara natural dan kemudian dapat memproduksinya.
6. Kecerdasan Interpersonal, yaitu bentuk kecerdasan yang bersifat ‘wajib’ bagi tugas-tugas yang harus dilaksanakan ditempat kerja seperti negosiasi dan menyediakan umpan balik atau evaluasi.
7. Kecerdasan Intrapersonal, yaitu bentuk kecerdasan ini yang merupakan kemampuan untuk memahami dan mengartikulasikan cara kerja terdalam dari karakter dan kepribadian. Kita sering menamai kecerdasan ini dengan kebijaksanaan.
8. Kecerdasan Naturalis, yaitu bentuk kecerdasan seseorang dimana seseorang mampu untuk memahami dan me’wujud’kan hubungan dengan flora, fauna dan alam sekitar.
9. Kecerdasan Spiritual, yaitu bentuk kecerdasan yang dapat dipandang sebagai sebuah kombinasi dan kesadaran interpersonal dan kecerdasan intrapersonal dengan sebuah komponen “nilai” yang ditambahkan padanya. Kecerdasan spiritual merupakan kecerdasan rohaniah, yang menuntun diri kita menjadi manusia yang utuh, berada pada bagian yang paling dalam diri kita.
Dari teori yang dikemukakan oleh Gardner ini, maka semakin memperkuat kesimpulan bahwa UN yang saat ini sedang dijalankan oleh Negara Indonesia UN dapat menjadi instrumen evaluasi, akan tetapi UN akan menjadi tidak memadai apabila dijadikan sebagai alat penentu kelulusan seorang siswa.
UN yang sekarang dengan mengujikan beberapa mata pelajaran menjadi suatu hal yang mengerikan karena hasil belajar siswa dalam waktu 3 tahun harus dipertaruhkan dengan waktu UN yang dilaksanakan hanya beberapa hari saja. Padahal menurut saya akan lebih baik apabila kita mampu mencontoh Negara Finlandia dengan sistem pendidikan dan ujian nasionalnya. Di Negara Finlandia, UN (atau apapun namanya di Negara Finlandia) hanya digunakan sebagai instrumen evaluasi mutu dan hasil pendidikan di negara itu, dan ujian ini pun tidak diikuti oleh semua siswa melainkan hanya beberapa orang siswa saja, bukan sebagai penentu kelulusan seorang siswa.
Sayangnya, saat ini negara kita tidak mampu ber”kaca”, baik kepada diri sendiri terlebih kepada negeri lain.
UN..Jangan dijadikan acuan! masih ada kriteria dan ukuran lain yang dapat menyebabkan seorang siswa dapat lulus, bukan hanya UN yang hanya mengujikan aspek akademis saja.
Fakta Super Junior Saat SMTown Jakarta

Gelaran ‘SMTOWN LIVE TOUR III IN JAKARTA’ telah usai tapi ada secuil cerita manis dari para personil Super Junior.Ini dia:
*Makanan favorit oppadeul:
Sungmin :Gorengan
Kyuhyun: Indomie kari ayam
Donghae: Nasgor
Eunhyuk: Pisang
Siwon: Sate & nasgor
Teukie: Semua suka
Leeteuk : “assalamualaikum nama saya Leeteuk.Apa kalian kangen saya?”
Leeteuk: “Aku mengecewakan Indonesia.Penampilanku tidak maksimal.Mianhae.”
Leeteuk: “Saat aku wamil,apakah Angels-ku akan Hilang?Aku takut kehilangan kalian.”
Leeteuk: “Saya menunda wamil saya, demi Indonesia,karena saya sangat cinta kepada Indonesia.”
Leeteuk: “Gadis indonesia cantik-cantik dan ramah.Bolehkah aku menikahi kalian semua?”
Leeteuk: “Kurasa saat ini aku lebih cute daripada aku di MV No Other.”
Leeteuk: “Aku belum puas berbicara Bahasa di presscon.”
Leeteuk: “Sebenarnya aku ingin liburan di indonesia tapi jadwal tidak memungkinkan.”
Leeteuk: “Aku bingung kenapa Indonesia mempunyai banyak sekali pulau.Indonesia seperti miniaturnya dunia.”
Sungmin: “Gorengan terbuat dari apa?Bisakah Ryeowook membuatkannya untuk ku?”
Sungmin:”Aku suka gorengan karena rasanya renyah.Bisakah kimchi di buat seperti ini?”
Kyuhyun: “Kukira di Hotel Mulia ada yang ingin meminta foto,ternyata tidak ada.”
Eunhyuk: “Saya suka pisang indonesia,warnanya hijau tapi manis,sangat unik.”
Eunhyuk: “Bisakah pisang hijau ini kita bawa ke korea?”
Eunhyuk: “Saat pulang nanti,bisakah kita membawa makanan Indonesia ke Korea?”
Siwon: “Kenapa iklan di tv Indonesia semuanya membuat kita tertawa?Iklan tv Indonesia sangat unik.Aku suka!”
Yesung : “Suka sekali sama sate.Petugas hotel bilang dia pesan untuk makan pagi,makan siang sampai makan malam”.
Donghae: “Bisakah SATE itu tidak di tusuk?Rasanya enak tapi kayu itu menggangguku!”
Kangin : “Senang sekali lihat ELF Indonesia karena ia akhirnya bisa melihat lautan blue saphire”.
FAKTA SUPER JUNIOR dan SNSD
Facts Super Generation (Super Junior – Girl Generation) part 2
- Saat masih menjadi trainee banyak banget siswa yang ngga berani ngedeketin Heechul karna sosoknya yang katanya nyeremin tapi hanya Jessica yang berani deketin dia.
- Heechul sering mengaku klo dia dan Jessica adalah kembar.
- Heechul adalah member yang paling sering ngerjain anak2 SNSD.
- Saat SNSD diboikot di Dream Concert, Sungmin meminta pada para fansnya ELF untuk mendukung SNSD karena SNSD adalah bagian dari SM Family.
- Saat SJ promosi Album Sorry2 di Chin2, Ryowook bilang dia ingin nyiptain lagu buat Taeyeon.
- Member favorit Taeyeon di SJ adalah Kyuhyun, dia pernah gugup saat ketemu dengan Kyuhyun.
- Leeteuk pernah mengira klo Yoona suka dengannya hanya karena saat awal debut Yoona sering telpon dan curhat padanya.
- Gossip tentang Sunny dan Sungmin diciptakan oleh para member Super junior, untuk mendongkrak acara Sunny dan Sungmin. Sayangnya setelah acara mereka selesai gosip tentang mereka tetap ada. Hal ini terungkap saat mereka jadi peserta di SGB.
- Saat Yoona dan Taeyeon bermain bowling bersama member SJ, Eunhyuk nulis di cyworldnya dan bilang klo Taeyeon payah banget dan ngga bisa main.
- Sungmin adalah orang yang mengajarkan Sunny main gitar.
- Saat bersama Sunny dan Sungmin sering tanding main game.
- Taeyeon menulis di diary Chin-chin, dia bilang dia dan Kang In seperti adik kakak.
- Saat trainee Hyoyeon dan Siwon pernah di kirim bersama ke China untuk belajar bahasa mandarin.
- Saat SNSD pertama kali menempati dorm mereka, Leeteuk dan Shindong tamu pertama yang mengunjungi dorm mereka. Secara diam2 Shindong juga telah menghiasi dorm SNSD dengan balon untuk menyambut SNSD.
- Saat itu pula Leeteuk dan Shindong mengajari SNSD cara mengenalkan diri mereka ke publik, walo hasilnya aneh^^”
- Leeteuk pernah bilang klo dia takut dengan Yuri gara2 saat trainee dulu Yuri pernah menirukan suara dinosaurus.
- Dalam interview dengan Recent Nylon Mag, Heechul bilang dia paling benci klo diatur oleh orang lain. tapi ia hanya mendengarkan Donghae dan Taeyeon saja. Bahkan dia juga bilang klo Taeyeon dan Donghae jatuh ke laut ia akan make nyawanya buat nyelamatin mereka berdua.
- Heechul pernah memberi Sunny hadiah sebuah sepatu dengan hias tulisan tangannya.
- Saat Yoona mengikuti tantangan Happy Share, Kang In memberi masukan buat Yoona.
- Di dalam note album SJ Heechul ngucapin terima kasih buat Yuri, Sunny dan Yoona. Sedangkan Sungmin ngucapin makasih buat adik kecilnya Sooyoung dan Sunny.
- Saat SJ ngelakuin SuShow,member SNSD datang dan memberi dukungan baik duduk diantara penonton maupun menyelinap diam2.(tapi sempet ketangkap ma kamera).
- Dan ini postingan beberapa cyworld lama para member SUPER JUNIOR saat ngobrol dengan SNSD.
- Di situ juga da tahunnya..jadi kalian juga tahu berapa lama mereka telah menjadi teman.
- Sebelum debut SNSD berkonsep 12 orang, salah satu calon dari member SNSD adalah Soyeon T-ara.
- Sebelum debut dengan SNSD, beberapa member telah debut perorangan seperti Yuri yang menjadi figuran di film Flower Boy-nya Super Junior, dia juga telah berakting dalam beberapa CF salah satunya dengan Jang Dong Gun di China. Sooyoung juga pernah membentuk grup duo di Jepang dia juga pernah berakting di CF Anycall, Yoona yang menjadi model MV dan CF. Serta Seohyun yang menjadi model bersama TVXQ.
- Member SNSD yang paling sering melakukan kesalahan saat perform adalah Yuri, Tiffany dan Sunny, tapi kayaknya Tiffany yang keseringan apes coz tiap ngelakuin kesalahan camera sedang fokus ke dia.
- Saat sekolah di Korea Tiffany dan Jessica satu SMA, Yoona dan Seohyun juga satu sekolah, Taeyeon dan Sooyoung juga satu sekolah dengan Sunye Wonder Girls.
- Member yang klo lagi marah terlihat nyeremin ntu Taeyeon dan Hyoyeon, coz klo lagi marah mereka cenderung menjadi pendiam.
- Member yang paling tinggi adalah Sooyoung dan yang paling pendek adalah Sunny.
- Member yang paling banyak punya tindik adalah Hyoyeon (14 ditelingga dan 1 dimulut) setelah itu menyusul Taeyeon dan Tiffany
- Roomates SNSD didorm baru adalah Yoona-Yuri, Taeyeon-Sunny, Sooyoung-Jessica, Hyoyeon-Seohyun dan Tiffany mendapatkan kamar sendiri karena dia ngga punya rumah di korea dan barang bawaannya banyak. Mereka nentuin pembagian kamar dengan cara suit dan pemenangnya adalah Sunny dan Taeyeon (mereka pemilih kamar pertama).
- Member yang bisa masak adalah Hyoyeon, Taeyeon dan Yuri. Sedangkan Jessica dan Tiffany merupakan member yang ngga cocok dengan urusan dapur.
- Para ibu dari member SNSD sering sekali ngadain acara ngumpul bareng.
- Hampir semua member punya sifat jahil dan member yang paling sering dikerjain adalah Tiffany.
- Salah satu kejahilan Yoona, dia pernah membangunkan Yuri tengah malam hanya untuk nunjukin kaki ayam, dan ntu bikin Yuri BT.
- Yoona dan Jessica pernah membuat kimbab dan sandwich “beracun” buat ngerjain Sooyoung dan Tiffany dengan mencampuri bahan makanan dengan berbagai bumbu secara berlebihan, lalu Sooyoung ngebalas dengan membuat sereal dengan campuran garam (hampir 1 bungkus) dan member yang kena adalah Yoona, Yuri dan Sunny^^.
- Para member SNSD juga pernah ngebohongin Tiffany tentang sup kambing Korea yang klo arti katanya diterjemahin satu-satu berarti Sup empat besi. Dan mereka semua berusaha menyakinkan Tiffany klo besi itu bisa dimakan, membuat Tiffany bingung. (kebohongan ini juga pernah dipake ke Nicole KARA yang bahasa Koreanya juga belum lancar, si Nicole sampai nelpon managernya buat mastiin besi ntu bisa dimakan ato ngga).
- Yuri suka banget mengikat tali sepatu teman-temannya menjadi satu ngebuat temen-temennya sering marah coz harus misahin satu-satu.
- Yuri suka banget nakut-nakutin Tiffany dengan serangga bo’ong2an coz Tiffany tuch takut banget dengan semua jenis serangga.
- Yuri pernah menyembunyikan high heels Sunny dibelakang kulkas.
- Sunny sering bosan kalo heechul cerita tentang sohee kalo dya menyukai sohee.
- Menurt heechul, yoona artis yang paling cantik.
- Saat yoona mengikuti tantangan happy share, kangin memberikan semangat untuk yoona
- Heechul pernh memberikan sepatu lukis yang dia desain sendiri untuk hadiah ultah sunny
- Saat snsd di boycot di dream concert 2008, sungmin meminta kepada para fans nya (ELF) untuk mendukung snsd karna snsd juga bagian dari SM FAMILY
- Gosip tentang sunny dan sungmin yg di ciptakan member suju untuk mendongkrak acara sungmin dan sunny. sayang nya setelah acara mereka selesai berita ini trus beredar. hal ini terungkap saat mereka menjadi bintang tamu di SGB
- Salah satu tipe gadis ideal ryeowook adalah tiffany, sedangkan siwon adalah yoona
- Kedekatan kangin dan taeyeon suah seperti kakak-adik karna mereka pernah jadi DJ di radio yang sama
- Saat masa trinee hanya jessica yg berani mendekati heechul
- Heechul pernah mengatakan kalo jessica yg paling dekat dengan nya, stelah jessica baru lah sunny dan yoona
- Saat suju ngelakuin sushow, member snsd datang memberikan dukungan di antara penonton, tapi member snsd datang dengan cara menyelinap *(?)* dan aksi mereka tertangkap kamera
- Snsd di buat untuk mendampingi suju
- Leeteuk pernah mengira kalo yoona suka dengan nya hanya karna waktu masa trinee mereka sering telvon-telvonan
- Leeteuk juga pernah menanyakan ke yoona, apa kah yoona mau menikah dengan nya atau tidak ??
- Leeteuk pernah takut dengan yuri, karna yuri pernah menirukan suara dinosaurus
- Seohyun pernah nangis karna member” suju bilang “seohyun terlihat sexy”, tiba-tiba seohyun menangis karna perkataan member suju *?*, yoona langsung memarahi member suju *poor yoonseo*
- Eunhyuk, leeteuk, dan member suju pernah main bowling bareng, sesudah main bowling eunhyuk nulis di cyworld nya kalo taeng nda bisa main bowling
- Member suju mengajari member snsd cara mempereknal khan diri, walaupun hasil nya aneh
- Saat member suju memperkenal kan diri ke member snsd, donghae ngomong “aq malu kalo ktemu cwek itu” *sambil nunjuk yoona eonnie, cieee*
- Hyoyeon dan siwon pernah di kirim ke china untuk belajar bersama
- Heechul sering banget ngerjain member snsd
- Sungmin dan sunny sering main game bareng
- Jessica dan heechul adalah pairing yg paling pas kalo MC bareng
- Dalam note album suju, heechul mengucapkhan rasa trim’s nya untuk yuri, yoona dan sunny, sedangkan sungmin untuk adik kecil nya yaitu sunny dan sooyung, dan kangin untuk jessica
- Guru gitar sunny adalah sungmin
- Heechul juga pernah mengira kalo yoona suka dengan nya *GR, hahaha*
- Tipe ideal jessica adalah kyuhyun
- Taeyeon suka gugup kalo dekat/ketemu dengan kyuhyun
- Yuri pernah jadi pemain figuran di film, attack on the pin up boys *pada tau khan?* sebagai penari balet
- Maneger snsd ngomong kalo jatah makan member snsd lebih banyak dari jatah makan member suju *o.O*
- Saat yoona terlibat scandal dengan taecyeon, heechul ngomong “yoona tidak suka dengan pria seperti taecyeon, dan sebenar nya yoona menyukaiq”
- Skuter pink yg tiffany pakai di MV INTO THE NEW WORLD itu skuter shindong, shindong menjual nya atas persetujuan member suju
- Jessica pernah menjadi model MV SUPER GIRL, slain jessica, sunny dan yoona juga pernah jadi model MV SUJU, sunny MV COOKING-COOKING dan yoona MV U dan MARRY U
- Donghae juga jadi model MV SNSD KISSNG YOU
- Taeyeon menulis di diary chin-chin, kalo dia dan kangin sudah seperti kakak-adik
- Heechul pernah bilang kalo dia paling benci di atur sama orng lain tapi dia hanya mendengarkan donghae dan taeyeon saja. bahkan dia bilang kalo donghae dan taeyeon jatuh di laut, heechul bakal pake nyawa nya untuk menyelamatkan donghae dan taeyeon *baik nya*
- Saat masa trinee heechul sering bilang ke jessica “aq lebih tua dari mu”, dan itu membuat jessica risih dan terkadang kesal
- Seohyun dan kyuhyun duet bareng di SM TOWN CONCERT 2010, dan kyuhyun sempat memegang tangan dan kepala seohyun
- Ryewook salah satu artis yg ngefans dengan snsd
- Eunhyuk pernah cemburu dengan salah satu member BEAST/MBLAQ *lupa saia* yg menyukai hyoyeon, dan euhyuk langsung menunjukkan gelagat cemburu
- Baru-baru ini leeteuk dan taeyeon memaki anting yg sama, dan SM membantah kalo mreka punya hubungan yg special
- Yesung pernah di gosipkan menjalin hubungan dengan seohyun
- Siwon di gosipkan dengan tiffany
- Leeteuk di gosipkan dengan yoona dan taeyeon
- Kalo jessica di gosipkan dengan donghae
- Dan sungmin yg di gosipkan dengan sunny












